Bandung Barat — Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menyelaraskan diri dengan perkembangan teknologi global, SMP IT An-Nazmin sukses menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Kokurikuler dan Artificial Intelligence (AI) pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pendidik dan beberapa pesrta dari guru Seko;ah Dasar (SD) di lingkungan sekitar yang antusias menyerap paradigma baru dalam mengoptimalkan kegiatan di luar jam pelajaran reguler.

Workshop kali ini menghadirkan pakar kurikulum nasional, Yudi Kustiana, S.Pd., M.M.Pd. Beliau merupakan Tim Penyusun Panduan Mata Pelajaran Matematika di Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar), BSKAP Kemendikdasmen tahun 2025.

Menghidupkan Ranah Kokurikuler Lewat Deep Learning dan AI

Dalam paparannya, Yudi Kustiana menekankan bahwa kegiatan kokurikuler—yang berfungsi menguatkan, memperdalam, dan menghayati materi pelajaran intrakurikuler—merupakan ruang terbaik untuk menerapkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Melalui kokurikuler, siswa tidak lagi sekadar menghafal teori, melainkan diajak mengalami langsung konsep ilmu tersebut secara utuh dan kontekstual.

“Kegiatan kokurikuler jangan hanya menjadi beban administrasi atau tugas tambahan yang menjemukan bagi siswa. Lewat pendekatan deep learning, kita mendesain proyek kokurikuler yang menantang siswa berpikir kritis, berkolaborasi, dan memecahkan masalah nyata di lingkungan mereka,” ujar Yudi.

Lebih lanjut, Yudi menjelaskan bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) berperan sebagai enabler (penggerak) dalam mendesain proyek kokurikuler tersebut. Dalam sesi simulasi praktis, para guru SMP IT An-Nazmin diajak mempraktikkan pemanfaatan AI untuk:

  • Diferensiasi Proyek Kokurikuler:Memanfaatkan AI untuk merancang panduan tugas kokurikuler yang disesuaikan dengan minat dan gaya belajar siswa yang beragam.
  • Riset dan Eksplorasi Terpandu:Mengajarkan siswa menggunakan AI secara bijak sebagai asisten riset untuk mengumpulkan data dalam proyek kokurikuler mereka.
  • Asesmen Proyek yang Objektif:Menggunakan perangkat AI untuk membantu guru menyusun rubrik penilaian performa (performance-based assessment) yang mendalam dan adil pada setiap tahapan proyek kokurikuler.

Komitmen SMP IT An-Nazmin

Kepala SMP IT An-Nazmin menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis sekolah agar kegiatan kokurikuler di masa depan lahir dari perencanaan yang matang, berbasis panduan resmi Kemendikdasmen, serta diperkuat oleh teknologi mutakhir.

Melalui integrasi deep learning dan AI pada lini kokurikuler ini, SMP IT An-Nazmin berkomitmen untuk menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga melatih karakter, kemandirian, dan ketangkasan teknologi pada diri siswa.(red.)